Pengertian dan Tips Melakukan Investasi
Masa muda adalah masa-masa bekerja keras sedangkan masa tua adalah masa-masa menikmati hasil kerja dan bahagia. Itulah tujuan hidup ideal kebanyakan orang.
Saat usia masih produktif justru saat itulah waktunya kita untuk bekerja keras. Selain memperoleh keuntungan secara finansial berupa gaji, kerja keras juga dapat memberikan pengalaman dan pelajaran hidup sehingga lebih berani dalam menghadapi tantangan.
Namun tahukah kamu bahwa gaji tidak menjamin kehidupan masa tua yang mapan dan sejahtera? Banyak pegawai yang rela mengundurkan diri dari pekerjaannya dan membuka usaha sendiri. Tujuannya adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar, sehingga dapat mewujudkan kehidupan masa tua yang mapan. Kamu bisa memaksimalkan gaji untuk mencari sumber pendapatan lain, yang dinamakan investasi.
Di dunia yang serba modern ini, investasi banyak dicari dan dijalankan untuk ladang bisnis. Dalam berinvestasi, tidak hanya membicarakan soal uang, investasi juga dapat berupa emas, properti, apartemen, dan lain sebagainya untuk dijadikan modal dalam investasi. Akan tetapi jika kamu ingin memulai investasi, kamu harus mengetahui arti investasi, tujuan serta langkah-langkah yang pas dalam melakukannya. Sebab banyak orang yang tertipu bahkan gagal dalam berinvestasi akibat salah langkah.
Investasi sering disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal. Tabungan dari sektor rumah tangga yang melalui institusi-intitusi keuangan akan mengalir ke suatu sektor perusahaan. Jika para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal, pengeluaran tersebut dinamakan dengan investasi.
Keuntungan yang diperoleh dari investasi dipengaruhi oleh keadaan perekonomian, baik perekonomian masa sekarang maupun masa depan. Oleh karena itu, bila keadaan perekonomian di masa depan diramalkan sangat baik maka investor akan bersemangat melakukan investasi sehingga jumlah investasi akan meningkat. Sebaliknya, bila keadaan perekonomian di masa depan diramalkan buruk maka investor tidak bersemangat melakukan investasi sehingga jumlah investasi akan menurun.
Ada dua alasan, yang pertama, bila investasi dilakukan dari uang pinjaman, investor tidak akan rugi karena dia bisa membayar bunga pinjaman dari keuntungan yang dia dapatkan dari berinvestasi. Sebaliknya, investor akan rugi bila persentase keuntungan dari investasi lebih kecil dari suku bunga, karena keuntungan yang diperoleh tidak cukup untuk membayar bunga.
Alasan kedua, bila investasi dari uang sendiri, investor akan lebih suka berinvestasi dengan catatan persentase keuntungan harus lebih besar dari suku bunga. Karena bila persentase keuntungan lebih kecil dari suku bunga, investor akan lebih memilih membungakan atau meminjamkan uangnya dibandingkan berinvestasi.
Menyadari investasi itu baik tetapi juga berisiko, ada baiknya kita harus memahami produk investasi. Jika kamu ingin berinvestasi, jangan menggunakan uang pinjaman kecuali kalau kamu sudah paham tentang untung dan rugi dari investasi yang kamu pilih.
Saat usia masih produktif justru saat itulah waktunya kita untuk bekerja keras. Selain memperoleh keuntungan secara finansial berupa gaji, kerja keras juga dapat memberikan pengalaman dan pelajaran hidup sehingga lebih berani dalam menghadapi tantangan.
Namun tahukah kamu bahwa gaji tidak menjamin kehidupan masa tua yang mapan dan sejahtera? Banyak pegawai yang rela mengundurkan diri dari pekerjaannya dan membuka usaha sendiri. Tujuannya adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar, sehingga dapat mewujudkan kehidupan masa tua yang mapan. Kamu bisa memaksimalkan gaji untuk mencari sumber pendapatan lain, yang dinamakan investasi.
Di dunia yang serba modern ini, investasi banyak dicari dan dijalankan untuk ladang bisnis. Dalam berinvestasi, tidak hanya membicarakan soal uang, investasi juga dapat berupa emas, properti, apartemen, dan lain sebagainya untuk dijadikan modal dalam investasi. Akan tetapi jika kamu ingin memulai investasi, kamu harus mengetahui arti investasi, tujuan serta langkah-langkah yang pas dalam melakukannya. Sebab banyak orang yang tertipu bahkan gagal dalam berinvestasi akibat salah langkah.
Baca juga artikel : Manfaat dan Kandungan Mengejutkan Pada Buah Bit
Apa Sih yang Dimaksud dengan Investasi?
Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang (Tandelilin, 2010:2). Investasi dapat juga diartikan sebagai penundaan konsumsi di masa sekarang dalam jumlah dan selama periode waktu tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang pada tingkat tertentu sesuai dengan yang diharapkan.Investasi sering disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal. Tabungan dari sektor rumah tangga yang melalui institusi-intitusi keuangan akan mengalir ke suatu sektor perusahaan. Jika para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal, pengeluaran tersebut dinamakan dengan investasi.
Faktor yang Mempengaruhi Investasi
- Kemajuan teknologi
- Ramalan mengenai keadaan perekonomian di masa depan
Keuntungan yang diperoleh dari investasi dipengaruhi oleh keadaan perekonomian, baik perekonomian masa sekarang maupun masa depan. Oleh karena itu, bila keadaan perekonomian di masa depan diramalkan sangat baik maka investor akan bersemangat melakukan investasi sehingga jumlah investasi akan meningkat. Sebaliknya, bila keadaan perekonomian di masa depan diramalkan buruk maka investor tidak bersemangat melakukan investasi sehingga jumlah investasi akan menurun.
- Suku bunga
Ada dua alasan, yang pertama, bila investasi dilakukan dari uang pinjaman, investor tidak akan rugi karena dia bisa membayar bunga pinjaman dari keuntungan yang dia dapatkan dari berinvestasi. Sebaliknya, investor akan rugi bila persentase keuntungan dari investasi lebih kecil dari suku bunga, karena keuntungan yang diperoleh tidak cukup untuk membayar bunga.
Alasan kedua, bila investasi dari uang sendiri, investor akan lebih suka berinvestasi dengan catatan persentase keuntungan harus lebih besar dari suku bunga. Karena bila persentase keuntungan lebih kecil dari suku bunga, investor akan lebih memilih membungakan atau meminjamkan uangnya dibandingkan berinvestasi.
- Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh
- Tingkat pendapatan nasional
Tujuan Investasi
- Untuk mendapatkan sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yaitu antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.
- Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
- Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut.
- Untuk menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
- Untuk mengurangi persaingan di antara sebuah perusahaan-perusahaan yang sejenis.
- Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.
- Adanya perasaan bahwa gaji terlalu kecil sehingga merasa tidak puas dari gaji yang dihasilkan tersebut.
- Adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum terpenuhi, dengan berinvestasi diharapkan dapat mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan masa depan yang semakin berkembang dan semakin meningkat biayanya. Perlu dilakukan perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan saat ini.
- Adanya keinginan untuk mengembangkan atau menambah aset dengan berinvestasi yang baik.
- Adanya keinginan mengantisipasi terjadinya inflasi, adanya prediksi bahwa ke depan inflasi akan terus meningkat, sehingga mereka berinvestasi dengan harapan hasil yang diperoleh lebih besar dari investasi pada masa depan.
- Ketidakpasatian di masa depan
Tips melakukan investasi :
- Pengetahuan tentang pengembalian dan resiko investasi.
Menyadari investasi itu baik tetapi juga berisiko, ada baiknya kita harus memahami produk investasi. Jika kamu ingin berinvestasi, jangan menggunakan uang pinjaman kecuali kalau kamu sudah paham tentang untung dan rugi dari investasi yang kamu pilih.
- Mulai investasi dengan modal yang kecil dahulu.
- Memilih investasi yang tepat.
Post a Comment for "Pengertian dan Tips Melakukan Investasi"