Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Merkuri Dalam Jangka Panjang

Merkuri adalah zat yang sangat berbahaya bagi kulit, namun saat ini merkuri banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk kosmetik wanita. Hidup sehat terbebas dari merkuri dan cantik alami dengan bahan alami menjadi hal yang sulit walau itu direkomendasikan oleh banyak ahli kesehatan kulit.

Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir seluruh wanita di dunia tentunya ingin memiliki wajah yang cantik dan mulus tanpa adanya noda. Untuk memiliki kulit yang cantik, putih dan mulus, terkadang kita melakukan berbagai cara seperti perawatan wajah dengan rutin di klinik kecantikan ataupun menggunakan produk krim pemutihnya saja.

Menggunakan krim wajah sebenarnya sangatlah memiliki manfaat bagi kamu si pemakai, misalnya untuk melembabkan, menangkal efek buruk dari sinar matahari, menutrisi kulit, mencerahkan wajah serta mengatasi berbagai masalah kulit wajah. Dengan sebab inilah wanita banyak menggunakan krim wajah untuk perawatan.

Bagi kamu yang ingin tetap tampil cantik, cobalah untuk tetap waspada dalam memilih produk kecantikan untuk perawatan pada wajah maupun tubuh. Mengapa? Karena saat ini banyak sekali produk pemutih wajah maupun tubuh yang mengandung bahan berbahaya seperti hydroquinone dan merkuri.

Dibawah ini akan dibahas tentang karakteristik produk krim wajah yang menggunakan bahan berbahay merkuri. Jadi kamu bisa mengetahui bagaimana cara menentukan krim yang aman dengan yang tidak.

Baca juga artikel : Penyebab dan Solusi Terjadinya Obesitas

Apa Sih Merkuri Itu?

Merkuri  (air raksa, Hg) adalah salah satu jenis logam yang  banyak ditemukan di alam dan tersebar dalam batu – batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai  senyawa anorganik dan organik. Umumnya kadar dalam tanah, air dan  udara  relatif rendah. Berbagai jenis aktivitas manusia dapat meningkatkan kadar ini, misalnya aktivitas penambangan   yang dapat menghasilkan merkuri sebanyak 10.000 ton / tahun. Pekerja yang  mengalami pemaparan terus menerus  terhadap  kadar 0,05 Hg mg /m3 udara menunjukkan gejala non spesifik berupa neurastenia, sedangkan  pada kadar 0,1 – 0,2  mg/m3 menyebabkan tremor. Dosis fatal garam merkuri  adalah  1 gr. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, kadar merkuri maksimum di dalam air adalah 0,001 mg/l.

Merkuri merupakan bahan kimia yang memiliki nomor atom 80, dan di ketahui memiliki berat atom sekitar 200.6. Biasanya merkuri digunakan dalam bahan indutri yang tidak digunakan secara langsung oleh manusia dan dilarang dalam kosmetik. Namun meskipun demikian, kenyataannya banyak sekali kosmetik yang menggunakan merkuri. Padahal hal itu sudah jelas di larang oleh badan kesehatan seperti BPOM dan WHO.

Ion merkuri anorganik adalah bersifat racun akut. Elemen merkuri mempunyai waktu tinggal yang relatif pendek pada tubuh manusia tetapi persenyawaan methyl mercury tinggal pada tubuh manusia 10 kali lebih lama merkuri berbentuk metal (logam) dan menyebabkan tidak berfungsinya otak, gelisah/gugup, ginjal, dan kerusakan liver pada kelahiran (cacat lahir).

Apa Saja Jenis-jenis Merkuri?

  • Merkuri elemental (Hg) 
Merkuri elemental berbentuk cair dan menghasilkan uap merkuri pada suhu kamar. Uap merkuri ini dapat masuk ke dalam paru-paru jika terhirup dan masuk ke dalam sistem peredaran darah. Merkuri elemental ini juga dapat menembus kulit dan akan masuk ke aliran darah. Namun jika tertelan merkuri ini tidak akan terserap oleh lambung dan akan keluar tubuh tanpa mengakibatkan bahaya.
  • Merkuri  inorganik
Sering diabsorpsi  melalui gastrointestinal, paru-paru dan kulit.  Pemaparan  akut dan kadar tinggi dapat menyebabkan gagal ginjal sedangkan  pada pemaparan kronis dengan dosis rendah dapat menyebabkan proteinuri, sindroma nefrotik dan nefropati yang berhubungan dengan gangguan imunologis.
  • Merkuri organik
Merkuri organik terutama bentuk rantai pendek alkil (metil merkuri) dapat menimbulkan degenerasi neuron di korteks cerebri dan cerebellum dan mengakibatkan parestesi distal, ataksia, disartria, tuli dan penyempitan lapang pandang.   Metil merkuri  mudah pula melalui plasenta dan berakumulasi dalam fetus yang mengakibatkan kematian dalam kandungan dan cerebral palsy.

Penggunaan merkuri dalam waktu lama menimbulkan dampak gangguankesehatan hingga kematian pada manusia dalam jumlah yang cukup besar. Persoalanmerkuri perlu penanganan tersendiri, tentu saja hal ini sebagai akibat dari pengelolaandan pemanfaatan yang tidak mengikuti prosedur.

Bagaimana resiko gangguan kesehatan akibat merkuri?

Penggunaan merkuri pada kosmetik kini telah terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara. Tidak hanya untuk kulit yang terpapar, bahan kimia tersebut dengan mudah akan diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah.

Merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit akan membuat lapisan kulit semakin menipis. Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat berupa kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

Selain itu, merkuri juga berisiko mengganggu berbagai organ tubuh, seperti:
  1. Otak
  2. Jantung
  3. Ginjal
  4. Paru-paru
  5. Sistem kekebalan tubuh
Sedangkan, gejala dari keracunan merkuri, yaitu:
  1. Insomnia
  2. Sakit kepala
  3. Fungsi kognitif dan daya ingat menurun
  4. Mengalami tremor
  5. Gangguan sensori. Termasuk kemampuan melihat, mendengar, dan berbicara.
  6. Menurunnya kemampuan indra perasa
  7. Menurunnya fungsi koordinasi tubuh.

Apa Saja Gejala dan Tanda Keracunan Merkuri?

Beberapa gejala dan tanda keracunan merkuri adalah sebagai berikut:
  1. Perubahan emosi: sering gugup, mudah marah
  2. Sulit tidur (insomnia)
  3. Sakit kepala
  4. Sensasi aneh seperti mati rasa di tangan, kaki, dan sekitar mulut.
  5. Kejang
  6. Gemetar
  7. Otot menjadi lemah
  8. Penurunan fungsi mental dan hilangnya koordinasi pada tangan dan kaki
  9. Kerusakan ginjal

Tips Melindungi Diri dari Bahaya Merkuri

  • Baca semua label pada produk perawatan kulit yang kita gunakan.
Jika kamu membeli produk kecantikan, jangan lupa untuk selalu membaca labenya. Nah, jika kamu menemukan kata-kata seperti mercurous chloride, calomel, mercuric, mercurio, atau mercury, maka segera hentikan penggunaan produk tersebut ya.
  • Jangan gunakan produk bila tidak terdapat label pada kemasannya.
Tahukah kamu bahwa peraturan di Indonesia mengharuskan bahwa setiap produk kosmetik ataupun produk kecantikan mengharuskan semua bahan dan zat yang terkandung dalam obat-obatan dan kosmetik harus ditulis pada label. Jadi jangan pernah membeli produk kecantikan yang tidak ada label pada kemasannya ya.
  • Selalu mencuci tangan dengan bersih setelah menggunakan produk kecantikan
Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah menggunakan kosmetik ataupun produk-produk kecantikan. Hal ini untuk menghindari zat-zat yang terkandung dalam produk kecantikan tersebut masuk ke dalam tubuh kita. Karena ini akan berbahaya bagi kesehatan.
  • Sebelum membuang produk yang mencurigakan, bungkus dalam wadah atau kantong plastik
Mulai hari ini, selalu gunakan kantong plastik atau bungkus wadah sebelum membuang produk yang menurut kamu mencurigakan. Tidak hanya itu, produk kosmetik yang telah habis pun harus dibuang dengan cara yang demikian. Mengapa? Tujuannya adalah agar produk-produk berbahaya ini tidak dapat meresap ke dalam tanah di tempat pembuangan sampah dan sistem air kita.
  • Lakukan tes merkuri
Tingkat normal merkuri adalah kurang dari 10 mikrogram/liter di dalam darah dan kurang dari 20 mikrogram/liter dalam urin. Sebelum melakukan tes, pastikan kamu tidak mengkonsumsi ikan selama 5 hari. Mengapa? Hal ini untuk menghindari hasil tes positif palsu. Beberapa makanan laut (seafood) disinyalir mengandung tingkat merkuri yang tinggi.

Jika kamu curiga tubuh mengalami keracunan merkuri, segera konsultasikan dengan ahli toksikologi atau ahli saraf untuk memastikan kadar merkuri dalam tubuhmu. Kamu tidak perlu khawatir dalam memakai kosmetik, karena tidak semua kosmetik maupun krim pemutih mengandung zat berbahaya. Kita hanya perlu menjadi konsumen yang cerdas dan bijaksana.

Post a Comment for "Bahaya Merkuri Dalam Jangka Panjang"